Apa Saja Bahan Kimia yang Berbahaya Bagi Lingkungan?

Penggunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari – hari merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan. Mengapa? Bahan kimia digunakan di seluruh peralatan, benda, bahkan makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Bahan kimia yang digunakan memiliki berbagai macam fungsi.

Beberapa bahan kimia yang digunakan tidak menimbulkan efek samping baik bagi kesehatan masyarakat maupun lingkungan. Akan tetapi, ada beberapa bahan kimia yang dalam proses penggunaannya menimbulkan residu. Pada proses selanjutnya, residu tersebut menimbulkan pencemaran bagi lingkungan karena terbuang secara langsung ke lingkungan. Bahan kimia inilah yang digolongkan sebagai bahan kimia yang berbahaya bagi keberlangsungan lingkungan. Lantas, apa saja bahan kimia tersebut?

Bahan Kimia Logam, Phthalates, dan Pestisida

Ada berbagai macam jenis bahan kimia yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu bahan kimia tersebut adalah logam berat. Kandungan logam berat yang melebihi amban batas pada lingkungan dapat memberikan efek samping kesehatan bagi manusia dan mempengaruhi ekosistem pada lingkungan tersebut. Beberapa contoh logam berat yang dapat mencemari lingkungan adalah arsenik, kadmium, timbal, dan merkuri.

Logam tersebut dapat masuk ke dalam lingkungan melalui pembuangan limbah industri yang tidak diolah terlebih dahulu maupun karena proses alam secara natural. Kandungan logam berat dalam lingkungan tentu akan mempengaruhi aspek fisik dan kimiawi pada lingkungan. Akhirnya, kandungan logam tersebut bisa menyebabkan kerusakan lingkungan maupun ancaman kesehatan.

Bahan kimia lain yang juga berbahaya bagi lingkungan adalah phthalates. Bahan kimia ini banyak ditemukan dalam berbagai macam produk dan peralatan yang digunakan oleh manusia. Phthalates yang ada pada produk tersebut tidak terikat kuat dalam produk tersebut sehingga akan sangat mudah untuk lepas ke lingkungan. Beberapa proses yang menyebabkan phthalates masuk ke lingkungan adalah leaching, evaporation, migration, dll.

Beberapa jenis phthalates yang berbahaya bagi lingkungan adalah Benzyl Butyl Phthalate, Di-2-ethylhexyl Phthalate, Dicyclohexyl Phthalate, Dimethyl Phthalate, dll. Meskipun begitu, bahan kimia phthalate sering dikirimkan melalui jasa ekspedisi seperti ekspedisi Surabaya Denpasar. Hal ini dikarenakan banyaknya penelitian yang menggunakan bahan kimia phthalate sebagai subjek penelitiannya.

Pestisida maupun insektisida yang digunakan untuk membasmi hama pada bidang pertanian juga dapat mencemari lingkungan. Penggunaan pestisida maupun insektisida berlebihan membuat kandungan bahan tersebut di sekitar area pertanian menjadi sangat tinggi. Proses alam menjadikan pestisida maupun insektisida bermigrasi dari satu ekosistem ke ekosistem lainnya. Hal ini yang menyebabkan pencemaran lingkungan akibat pestisida maupun insektisida sering terjadi. Selain itu, ada beberapa bahan pestisida dan insektisida yang berbahaya dan dilarang seperti Dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT), Organophosphorus Insecticides, Chlordane, dan Heptachlor.

Limbah Rumah Tangga

Bahan kimia yang dapat membahayakan lingkungan tidak hanya berasal dari industri maupun pertanian akan tetapi juga berasal dari limbah rumah tangga. Hal ini dikarenakan rumah tangga bisa menghasilkan limbah baik dalam bentuk cair maupun padat yang jika masuk ke lingkungan tanpa pengolahan dapat mencemari lingkungan. Salah satu bahan kimia dari limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS).

Bahan kimia ini biasa ditemukan di deterjen, sabun, sampo, dll  yang digunakan pada rumah tangga. Bahan kimia ini dapat menimbulkan busa yang banyak. Akan tetapi, bahan kimia ini tidak mudah terurai dan dapat masuk ke lingkungan melalui air limbah rumah tangga. Masuknya SLS pada lingkungan air dapat menimbulkan busa pada sungai atau danau dan tentunya akan mempengaruhi kondisi fisik dan ekonomi pada lingkungan tersebut. Sehingga, bahan kimia SLS dikategorikan berbahaya bagi lingkungan.