11 Sunnah Saat Thawaf Yang Wajib Diketahui Calon Haji

Thawaf merupakan salah satu dari rukun haji yang harus untuk dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan. Jadi jika kita tidak melakukan Thawaf ini , maka ibadah haji yang dijalankan menjadi tidak sah. Ketika melakukan thawaf ada beberapa sunnah yang perlu untuk diketahui, yaitu :

1. Al-Idhthiba

Al-Idhthiba adalah memasukkan tengah-tengah kain ihram dibawah ketiak sebelah kanan lalu menyelempangkan bagian ujungnya pada pundak bagain kiri sehingga pundak bagian kanan menjadi terbuka.

 

Hal tersebut juga sesuai dengan hadist Ya’la bin Umayyah yang menyatakan bahwa Rasululloh SAW melakukan thawaf dengan idhthiba.

 

Al Idhthiba disunahkan bagi semua laki-laki yang dilakukan pada setiap putaran ketika sedang melakukan thawaf. Apabila sudah selesai maka tidak dalam kondisi idhthiba, ini berarti bahwa pundak bagian kanan kembali tertutup.

 

Hal tersebut menjadikan ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah memmakruhkan shalat pada saat idh thiba atau pundak bagian sebelah kanan masih terbuka.

2. Ar Romi

Ar Romi merupakan berjalan cepat dnegan cara memperpendek langkah, sehingga pundak kita menjadi dalam keadaan bergetar serta tidak sampai melompat.

Ar Romi dilakukan pada saat jamaah melakukan thawaf pada tiga putaran pertama.dan sisanya dilakukan berjalan saja seperti biasa.

 

Ar Romi hanya disunnahkan bagi para laki-laki saja seperti halnya al idhtiba. Dan bagi para wanita tidak disunnahhkan menjalakan Ar romi dan adh ithiba.

3. Memulai Thawaf dari hajar Aswad dari arah sisi rukun Yamani

Ketika akan melakukan thawaf maka disunnahkan untuk memulai thawaf dari hajar aswad dari arah rukun yunani. Baru setelah itu memulai thawaf dengan menghadap hajar aswad sambil mengangkat tangannya.

 

Hal tersebut dijelaskan bahwa untuk memulai thawaf dari Hajar Aswad merupakan suatu kewajiban para jamaah haji. Namun apabila Thawaf dimuali dengan seluruh badan dari hajar asawd menjadi tidak wajib, hal tersebut disampaikan menurut pendapat ulama Malikiyah serta Hnafiyah. Akan tetapi hal tersebut juga wajib menurut ulama syafi’iyah dan Hnabilah.

4. Mencium dan Istilam (Mengusap) Hajar Aswad

Mengusap dan mencium hajar aswad dilakukan ketika akan memulai thawaf dan setiap putaran shalat lalu dilakukan setelah melakukan shalat dua rakaat thawaf. Itulah bebrapa pendaapt jumhur atau ( mayoritas) ulama.

 

Cara melakukan Istilam yaitu dengan tangan diletakan pada Hajar Aswad dan mulut ditempelkan pada tangannya seta menciumnya. Untuk anjuran dari ulama Hnafiyah adalah dengan mencium hajar aswad itu sendiri.

5. Istilam (mengusap) Rukun Yamani

Cara istilam adalah dengan meletakkan kedua tangan pada rukun yamani. Rukun Yamani yaitu rukun yang terletak sebelum Hjar Aswad. Menurut para fuqoha’ rukun yamani tidak perlu dicium drta tidak perlu juga untuk sujud dihadapannya.

 

Selain rukun yamani dan hajar aswad tidak disunnahkan untuk diusap, hal ini sesuai dengan yang diajarkan nabi Muhammad SAW beliau hanay mengusap ini saja I hajar aswad dan rukun yamani).

6.  Berdoa diantara Hajr Aswad dan Rukun Yamani

Hal ini seperti isi hadist yang diriwayatkan oleh HR Abu Daud 1982 yaitu Nabi Muhammad telah memanjatkan doa diantara hajar aswad dan rukun yamani.

7. Berjalan mendekati ka’bah bagi laki-lakidan menjauh dari ka’bah bagi perempuan

Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa hal tersebut sunnah untuk dilakukan. Akan tetapi bagi yang tidak bisa untuk melakukan Ar Romi ( berjalan cepat dengan cara memperpendek langkah) saat sedang berada di dekat ka’bah , maka melakukan Ar Romi tetap lebih utama meskipun jauh.

 

Kecuali jika kondisinya padat atau kita takut bertabrakan dengan jamaah wanita  bila jauh dari kabah, oleh karena itu dengan mendekati ka’bah lebih baik walaupun tidak mampu untuk melakukan Ar romi.

8. Padangan Harus Dijaga Agar Tidak Lalai

Bagi jamaah yang sedang melakukan thawaf maka dianjurkan untuk selalu menjaga pandangannya pada setiap hal yang menyebabkan kelalaian dari amalan thawafnya. Hal ini dikarenakan thawaf adalah ibadah seperti halnya ketika melakukan shalat.

 

Jadi saat jamaah sedang melakaukan thawaf , maka harus melakukan amalan thowaf tersebut dengan sempurna.

9. Berdzikir dan berdoa secara slir

Pada saat melakukan thawaf maka hendaknya melakukan dzikir dan doa scara slir ( tanpa mengeraskan suara). Hal ini dkarenakan Allah Maha Mendengar. Sehingga diharpkan kita tidak mengganggu orang lain.

10. Beriltizam pada Multazam

Multazam merupakan dinding yang terletak diantara hajar aswad dan pintu ka’bah. Hal ini juga dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW saat beliau beriltizam dengan cara menempelkan dadanya dan pipinya kekanan, setelah itu telapak tangan dan kedua tangan membentang pada dinding.

Tujuannya yaitu untuk merendahkan diri dihadapan Allah SWT. Berada di Multazam adalah tempat dimana terkabulnya do’a. kita boleh berdoa apa saja yang mudah untuk dipanjatkan.

11. Membaca Al quran ketika thawaf

Kita disunnahkan ketika sedang barthawaf untuk membaca al quran. Hal tersebut sesuai dengan yang diriwayatkan ulama Syafi’iyah, malikiyah dan Hanabilah. Tetapi menurut ulama Malikiyah dan Hnafiyha, dzikir lebih utama ketika itu.

 

Itulah beberapa sunnah-sunnah thawaf yang perlu untuk kita ketahui bagi kamu yang sudah mendaftar di Travel Haji Plus.

Cara Mudah Membedakan antara Ibadah Haji dan Umroh

Beberapa umat Islam tidak begitu mengetahui apa perbedaan antara haji dan umroh. Bahkan, ada yang ada yang menganggap keduanya sama. Pasalnya, kedua ibadah tersebut dilakukan di Makkah dan Madinah.

Sebenarnya, keduanya ibadah yang sangat berbeda. Untuk memahami letak perbedaannya, Anda harus ketahui apa saja ritual dan bagaimana ritual tersebut dikerjakan.

3 Letak Perbedaan Utama antara Haji dan Umroh

Agar Anda tahu letak perbedaannya, setidaknya Anda bisa melihatnya dari tiga hal berikut ini:

  1. Rukun

Apa yang dimaksud dengan rukun? Ini adalah inti dari sebuah ibadah. Contohnya saja ibadah shalat. Ada rukun shalat berupa niat, takbirotul ihram, baca alfatihah, dan lain sebagainya. Sama dengan haji dan umroh. Keduanya memiliki rukun.

 

Memang ada rukun yang sama antara ibadah haji dengan ibadah umroh. Misalnya saja tawaf, sa’i, ihram, dan tahallul (memotong rambut). Akan tetapi, ketika Anda mengerjakan ibadah umroh, Anda tidak perlu wukuf di Arafah. Inilah yang membedakan antara haji dengan umroh.

 

Makanya, ada yang mengatakan bahwa jika orang tidak wukuf di Arafah maka tidak dianggap haji. Selain itu rukun haji, Arafah sebenarnya inti dari ibadah haji. Saat di Arafah inilah para jamaah haji akan merasakan suatu hal yang istimewa. Mereka akan merasaka kedekatan dengan Allah SWT. Makanya, saat wukuf di Arafah, diharapkan Anda memanjatkan doa lantaran ini tempat yang mustajab.

 

  1. Waktu

Waktu haji hanya di bulan Dzulhijjah. Sementara itu, umroh bisa dilakukan kapan saja. Itulah mengapa banyak orang yang berangkat umroh tapi belum sempat naik haji. Hal ini disebabkan umroh bisa mereka lakukan kapan saja. Sementara itu jika mereka ingin naik haji, mereka harus antri. Dan lama waktu antriannya tidak tanggung-tanggung. Sekarang, daftar antrian haji mencapai 20 tahun.

 

Sebenarnya, ada alternatif lain. Jika Anda tidak ingin antri, Anda bisa daftar haji furoda. Anda bisa daftar di travel haji furoda. maka Anda akan segera naik haji tanpa antri.

 

Apakah ini legal? Tentu saja legal. Sebenarnya, ada tiga jenis haji, yaitu regular, ONH plus, dan haji furoda. Yang terakhir adalah haji undangan dari Kerajaan Arab Saudi. Makanya, ada kuota khusus di mana jamaah haji tidak perlu antri.

 

Hanya saja, Anda harus siapkan biaya haji furoda. Biayanya bisa 4 kali lipat dari biaya haji reguler. Ini tentu sepadan dengan layanan yang akan Anda dapatkan, seperti naik haji tanpa antri, menginap di hotel bintang 5 yang paling dekat dengan Masjidil Haram, dan lain sebagainya.

 

  1. Hukum

Ini perbedaan antara haji dan umroh yang paling penting untuk diketahui. Haji itu hukumnya wajib bagi yang mampu. Karena ini menjadi salah satu rukun Islam, yaitu rukun Islam kelima. Sementara itu, umroh itu hukumnya sunnah. Sekalipun Anda mampu, Anda tidak berdosa jika tidak berangkat umroh.

Itulah tiga letak perbedaan antara haji dengan umroh. Sekarang, Anda bisa menjawab jika ada seseorang yang menanyakan tentang hal tersebut.

Pilih Haji atau Umroh Lebih Dulu?

Jika Anda ditanya mana yang akan Anda pilih antara haji dan umroh? Tentu ini pilihan yang sulit. Jika haji, maka Anda harus antri hingga bertahun-tahun. Kecuali jika Anda punya uang untuk daftar haji furoda.

Sementara itu, umroh itu bukan ibadah yang wajib. Apakah Anda akan mendahulukan yang sunnah?

Beberapa orang daftar haji reguler. Mereka tidak mempermasalahkan antrian yang panjang. Dengan mendaftarkan haji, maka setidaknya sudah ada usaha untuk menggugurkan kewajiban naik haji. Kalaupun masih diberi kesempatan, maka mereka bisa naik haji. Jika sebelum sampai antrian mereka ternyata sudah meninggal, semoga saja mereka tidak dianggap melalaikan ibadah haji. Mereka sudah daftar. Hanya karena antrian yang lama, mereka harus rela mengantri.

Sementara itu, sembari menunggu antrian haji, mereka juga berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umroh. Jadi, umroh dijadikan sebagai cara untuk menuntaskan kerinduan ingin segera ke Tanah Suci.

Yang tidak begitu tepat di mata para ulama adalah mereka yang tidak daftar haji tapi sudah berangkat umroh. Ini seolah-olah mereka lebih mementingkan hal yang sunnah daripada yang wajib.

Tentu setiap orang memiliki alasan atau niat yang berbeda. Namun, dari segi hukum fikih, seharusnya yang diutamakan adalah haji. Meskipun tidak bisa berangkat haji cepat, setidaknya daftar haji sudah menjadi tanda bahwa mereka benar-benar ingin menjalankan kewajiban sebagai muslim.