Sejarah Singkat Nabi Ilyasa AS yang Melanjutkan Tugas Nabi Ilyas AS

Jika kita perhatikan dengan baik, Nabi Ilyasa AS memiliki nama yang hampir serupa dengan Nabi Ilyas. Yang dapat kita lihat dari keduanya adalah tambahan satu vokal yang ada pada nama Nabi Ilyasa. Meskipun memiliki nama yang hampir mirip, kedua Nabi tidak memiliki hubungan kekeluargaan. Keduanya dipertemukan ketika Nabi Ilyasa memberikan bantuan kepada Nabi Ilyas yang sedang menghindari prajurit lawan. Pada saat Nabi Ilyasa mengalami penyakit yang amat parah, Nabi Ilyas kemudian berdoa kepada Allah dan meminta kesembuhan atas doa yang dialami oleh Nabi Ilyas. Atas kekuasaan Allah, penyakit sang Nabi dapat sembuh. Sejak itulah, kedua Nabi bersama-sama untuk berdakwah dan menyebarkan agama Allah.

Sejarah Singkat Nabi Ilyasa AS Ketika Berdakwah

Informasi yang tertera di https://hasana.id/, Nabi Ilyasa AS menjadi pengikut dari Nabi Ilyas. Sang Nabi merupakan anak Akhtub bin Ajuz dan diangkat oleh Allah menjadi Nabi untuk menggantikan Nabi Ilyas. Semasa pemerintahan Nabi, umatnya dapat hidup dengan makmur dan aman karena patuh akan perintah dan ajaran yang diberikan oleh Nabi Ilyasa. Setelah Nabi menemui kematian, umat Bani Israil tidak lagi percaya hukum Taurat. Akibat jalan salah yang dilakukan oleh masyarakat Bani Israil, mereka menjadi kafir, durhaka dan kufur kepada Allah SWT. Akibatnya, Allah menghilangkan kesenangan dunia dan nikmat hidup yang pernah diberikan kepada Bani Israil.

Dalam menjalankan dakwahnya sebagai utusan Allah, sang Nabi berpegang teguh atas ajaran Allah dan hal-hal yang diisyarakatkan oleh ajaran Nabi Ilyas. Di dalam kitab Taurat, Nabi Ilyasa merupakan hamba Allah yang paling baik. Allah memberikan mukjizat berupa dapat menghidupkan orang-orang yang telah meninggal. Nabi ini memiliki garis keturunan yang serupa dengan Nabi Musa. Ia merupakan rasul yang meneruskan tugas-tugas dari Nabi Ilyas. Ia mengajak kepada manusia untuk tidak lagi menyembah berhala dan untuk menyembah Allah SWT.

Meneruskan Tugas Nabi Ilyas untuk Menyebarkan Perintah Allah

Nabi Ilyasa memiliki tugas untuk meneruskan perjuangan dari Nabi Ilyas. Ia mengikuti bimbingan Nabi setelah Nabi Ilyas mendatanginya. Setelah Nabi Ilyas meninggal dunia, ia meneruskan tugas untuk menyebarkan agama Allah dan mengajak umatnya untuk menjalankan kebaikan. Ketika Nabi Ilyas telah meninggal dunia, Bani Israil kembali melakukan hal-hal yang mengingkari Allah. Mereka terlena dengan kekayaan alam setelah kembali normal dari kekeringan. Mereka menjadi murtad dan kembali menyembah berhala. Serupa dengan Nabi Ilyas, ia juga memperingatkan Bani Israil untuk kembali mempercayai ajaran Allah. Ajakan yang dilakukannya diabaikan dan penuh akan hinaan. Setelah terus menerus diabaikan, kaum Bani Israil kembali berhadapan dengan kekeringan. Mereka kemudian mengalami kehausan, kelaparan hingga busung lapar. Banyak pula yang meninggal karena kekeringan yang melanda.

 

11 Sunnah Saat Thawaf Yang Wajib Diketahui Calon Haji

Thawaf merupakan salah satu dari rukun haji yang harus untuk dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan. Jadi jika kita tidak melakukan Thawaf ini , maka ibadah haji yang dijalankan menjadi tidak sah. Ketika melakukan thawaf ada beberapa sunnah yang perlu untuk diketahui, yaitu :

1. Al-Idhthiba

Al-Idhthiba adalah memasukkan tengah-tengah kain ihram dibawah ketiak sebelah kanan lalu menyelempangkan bagian ujungnya pada pundak bagain kiri sehingga pundak bagian kanan menjadi terbuka.

 

Hal tersebut juga sesuai dengan hadist Ya’la bin Umayyah yang menyatakan bahwa Rasululloh SAW melakukan thawaf dengan idhthiba.

 

Al Idhthiba disunahkan bagi semua laki-laki yang dilakukan pada setiap putaran ketika sedang melakukan thawaf. Apabila sudah selesai maka tidak dalam kondisi idhthiba, ini berarti bahwa pundak bagian kanan kembali tertutup.

 

Hal tersebut menjadikan ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah memmakruhkan shalat pada saat idh thiba atau pundak bagian sebelah kanan masih terbuka.

2. Ar Romi

Ar Romi merupakan berjalan cepat dnegan cara memperpendek langkah, sehingga pundak kita menjadi dalam keadaan bergetar serta tidak sampai melompat.

Ar Romi dilakukan pada saat jamaah melakukan thawaf pada tiga putaran pertama.dan sisanya dilakukan berjalan saja seperti biasa.

 

Ar Romi hanya disunnahkan bagi para laki-laki saja seperti halnya al idhtiba. Dan bagi para wanita tidak disunnahhkan menjalakan Ar romi dan adh ithiba.

3. Memulai Thawaf dari hajar Aswad dari arah sisi rukun Yamani

Ketika akan melakukan thawaf maka disunnahkan untuk memulai thawaf dari hajar aswad dari arah rukun yunani. Baru setelah itu memulai thawaf dengan menghadap hajar aswad sambil mengangkat tangannya.

 

Hal tersebut dijelaskan bahwa untuk memulai thawaf dari Hajar Aswad merupakan suatu kewajiban para jamaah haji. Namun apabila Thawaf dimuali dengan seluruh badan dari hajar asawd menjadi tidak wajib, hal tersebut disampaikan menurut pendapat ulama Malikiyah serta Hnafiyah. Akan tetapi hal tersebut juga wajib menurut ulama syafi’iyah dan Hnabilah.

4. Mencium dan Istilam (Mengusap) Hajar Aswad

Mengusap dan mencium hajar aswad dilakukan ketika akan memulai thawaf dan setiap putaran shalat lalu dilakukan setelah melakukan shalat dua rakaat thawaf. Itulah bebrapa pendaapt jumhur atau ( mayoritas) ulama.

 

Cara melakukan Istilam yaitu dengan tangan diletakan pada Hajar Aswad dan mulut ditempelkan pada tangannya seta menciumnya. Untuk anjuran dari ulama Hnafiyah adalah dengan mencium hajar aswad itu sendiri.

5. Istilam (mengusap) Rukun Yamani

Cara istilam adalah dengan meletakkan kedua tangan pada rukun yamani. Rukun Yamani yaitu rukun yang terletak sebelum Hjar Aswad. Menurut para fuqoha’ rukun yamani tidak perlu dicium drta tidak perlu juga untuk sujud dihadapannya.

 

Selain rukun yamani dan hajar aswad tidak disunnahkan untuk diusap, hal ini sesuai dengan yang diajarkan nabi Muhammad SAW beliau hanay mengusap ini saja I hajar aswad dan rukun yamani).

6.  Berdoa diantara Hajr Aswad dan Rukun Yamani

Hal ini seperti isi hadist yang diriwayatkan oleh HR Abu Daud 1982 yaitu Nabi Muhammad telah memanjatkan doa diantara hajar aswad dan rukun yamani.

7. Berjalan mendekati ka’bah bagi laki-lakidan menjauh dari ka’bah bagi perempuan

Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa hal tersebut sunnah untuk dilakukan. Akan tetapi bagi yang tidak bisa untuk melakukan Ar Romi ( berjalan cepat dengan cara memperpendek langkah) saat sedang berada di dekat ka’bah , maka melakukan Ar Romi tetap lebih utama meskipun jauh.

 

Kecuali jika kondisinya padat atau kita takut bertabrakan dengan jamaah wanita  bila jauh dari kabah, oleh karena itu dengan mendekati ka’bah lebih baik walaupun tidak mampu untuk melakukan Ar romi.

8. Padangan Harus Dijaga Agar Tidak Lalai

Bagi jamaah yang sedang melakukan thawaf maka dianjurkan untuk selalu menjaga pandangannya pada setiap hal yang menyebabkan kelalaian dari amalan thawafnya. Hal ini dikarenakan thawaf adalah ibadah seperti halnya ketika melakukan shalat.

 

Jadi saat jamaah sedang melakaukan thawaf , maka harus melakukan amalan thowaf tersebut dengan sempurna.

9. Berdzikir dan berdoa secara slir

Pada saat melakukan thawaf maka hendaknya melakukan dzikir dan doa scara slir ( tanpa mengeraskan suara). Hal ini dkarenakan Allah Maha Mendengar. Sehingga diharpkan kita tidak mengganggu orang lain.

10. Beriltizam pada Multazam

Multazam merupakan dinding yang terletak diantara hajar aswad dan pintu ka’bah. Hal ini juga dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW saat beliau beriltizam dengan cara menempelkan dadanya dan pipinya kekanan, setelah itu telapak tangan dan kedua tangan membentang pada dinding.

Tujuannya yaitu untuk merendahkan diri dihadapan Allah SWT. Berada di Multazam adalah tempat dimana terkabulnya do’a. kita boleh berdoa apa saja yang mudah untuk dipanjatkan.

11. Membaca Al quran ketika thawaf

Kita disunnahkan ketika sedang barthawaf untuk membaca al quran. Hal tersebut sesuai dengan yang diriwayatkan ulama Syafi’iyah, malikiyah dan Hanabilah. Tetapi menurut ulama Malikiyah dan Hnafiyha, dzikir lebih utama ketika itu.

 

Itulah beberapa sunnah-sunnah thawaf yang perlu untuk kita ketahui bagi kamu yang sudah mendaftar di Travel Haji Plus.

Harga Jam Digital Masjid Terjangkau Dengan Fitur Lengkap

Masjid menjadi acuan bagi sebagian orang untuk mengenal waktu sholat. Untuk itu, penggunaan jam harus akurat. Dan jam digital merupakan solusi. Apalagi, harga jam digital masjid ini terbilang sangat terjangkau.

Jam digital dilengkapi dengan sejumlah fitur unggulan. Fitur ini memudahkan bagi siapa saja dalam mengenal waktu. Jadinya, sangat kecil kemungkinannya untuk mengumandangkan adzan pada waktu yang salah.

Jam ini bisa dipesan secara ekslusif. Pembuatnya bisa memasukkan nama masjid sesuai keinginan pemesan. Pemesanan bisa dilakukan di pabrik jam masjid.

Kenapa Masjid Perlu Menggunakan Jam Digital?

Bukan tanpa alasan kenapa masjid perlu menempatkan sebuah jam digital. Di antara alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Waktu Sholat Lebih Akurat

Tidak dipungkiri lagi bahwa seseorang biasanya lebih percaya ketika muadzin mengumandangkan adzan di masjid. Ketika dikumandangkan, sebagian besar orang akan segera menunaikan kewajiban sholat.

Perlu diingat bahwa sholat akan sah dilakukan ketika sudah memasuki waktu. Jika waktunya belum tiba, seseorang berpotensi untuk mengulang kembali.

Pengulangan sholat ini disebabkan oleh kurang tepatnya seorang muadzin dalam mengetahui jadwal sholat. Bisa juga disebabkan oleh jamnya yang bermasalah. Akibatnya, muadzin langsung adzan meskipun belum cukup waktunya.

Kondisi seperti ini bisa dihindari ketika masjid menempatkan sebuah jam digital. Karena waktu adzan lebih akurat.

  1. Tidak Perlu Setting Berulang Kali

Harga jam digital masjid yang dipatok oleh pembuat sangat menguntungkan. Betapa tidak, harga murah ini diimbangi dengan settingan waktu yang akurat. Menariknya, Anda tidak perlu mengaturnya sampai puluhan kali.

Anda cukup menyetting waktunya sekali. Ketika jam sudah sesuai waktunya, Anda tinggal membiarkan saja. Karena, settingan ini akan update secara otomatis sampai puluhan hingga ratusan tahun.

Ini berarti bahwa waktu sholat sudah diamankan dalam jangka waktu yang lama. Anda bisa adzan secara tepat waktu. Dan risiko mengulang sholat tidak akan terjadi lagi.

  1. Hemat Listrik

Jam ini memanfaatkan tenaga dari aliran listrik. Listrik dimanfaatkan untuk proses menjalankan barang elektronik. Bahkan untuk menunjang fungsinya agar terus berjalan sesuai keinginan.

Anda tidak perlu khawatir jika jam ini menghabiskan daya. Pada kenyataannya, jam ini sudah diatur sedemikian rupa supaya tidak memakan daya. Minimal, jam tersebut butuh daya sekitar 25 watt.

  1. Menjadi Pelengkap dari Kemodernan Bangunan

Bangunan masjid di era modern memang lebih megah dan menarik. Ini tidak luput dari kesadaran seseorang untuk meningkatkan kenyamanan dalam beribadah.

Kemegahannya tentu saja akan berkurang jika aksesoris pelengkapnya tidak diperhatikan. Salah satunya adalah jam.

Kini, Anda bisa memberikan keseimbangan dengan memanfaatkan jam digital. Jam ini dibuat khusus untuk meminimalkan dari melencengnya waktu sholat. Di samping itu, jam ini juga bertindak sebagai pelengkap terbaik bagi bangunan megah dari sebuah masjid.

Fitur Yang Terdapat Dalam Jam Digital

Ada banyak sekali fitur yang terdapat dalam jam digital. Fitur ini disematkan untuk memudahkan seseorang dalam mengenal waktu adzan. Bahkan mengetahui tanggal dan lain sebagainya.

Fitur yang pertama ialah kalender. Kalender ini akan berjalan secara otomatis. Dan terus mengalami pergantian berdasarkan perubahan hari.

Fitur kedua adalah jam ataupun iqomah. Inilah yang nantinya akan menujukkan masuknya waktu sholat. Biasanya, muncul notifikasi berupa bunyi tertentu yang menandai telah masuk waktu sholat.

Fitur ketiga ialah jadwal waktu sholat 5 waktu. Jadwalnya terus mengalami perubahan sesuai dengan ketentuan sholat di tiap harinya. Jadwal ini akan memperlihatkan pukul berapa setiap sholat lima waktu dilakukan.

Adanya jadwal ini membuat Anda tidak perlu menengok kalender berulang kali. Anda cukup datang beberapa menit sebelum memasuki waktu di masjid. Tunggu beberapa menit sambil sholat sunnah.

Apabila muncul notifikasi dari jam digital, ini berarti sudah masuk waktu sholat. Anda bisa mengumandangkan adzan. Setelah itu, lakukan sholat berjamaah dengan penuh kekhusyuan.

Harga Jam Digital Untuk Masjid

Jam digital merupakan pilihan yang bijak di era modern. Jam ini sudah cukup untuk memberikan informasi yang Anda perlukan. Terutama mengetahui waktu sholat.

Harganya sendiri cukup ramah. Kisaran harganya di antara 1-10 juta rupiah. Ini bergantung pada spesifikasinya.

Meskipun Anda memilih jam yang lebih murah, Anda tidak merasa dirugikan. Alasannya adalah jam ini sudah dilengkapi dengan kalender serta waktu sholat yang terupdate setiap waktu.

Ketimbang Anda menempatkan jam dan kalender secara terpisah di masjid, ada baiknya untuk menyatukannya dalam satu wadah. Toh, harga jam digital masjid ini tidak memberatkan. Anda bisa memesannya pada ahlinya agar kualitas jam yang dibuat dapat dipertanggung jawabkan.

Wajib Diketahui Inilah Hukum Pajak Dalam Islam

Sebagai warga negara yang baik di Indonesia sudah sepantasnya kita membayar pajak sesuai aturan yang berlaku. Semua orang sudah pasti mengenal pajak mengingat ada banyak jenis pajak di Indonesia. Pajak adalah sebuah pungutan dari rakyat untuk negara. Pungutan tersebut bersifat wajib sehingga semua rakyat harus membayarkan pajaknya. Tujuan dipungutnya pajak adalah untuk membiayai belanja pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mensejahterakan rakyat.

Uang pajak tidak untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan umum. Dengan adanya uang pajak itulah pemerintah mampu mendanai pembangunan yang ada di pusat maupun di daerah. Uang pajak juga bisa digunakan untuk membiayai anggran pendidikan, kesehatan, dan berbagai kegiatan produktif lainnya. Semua orang memiliki kewajiban untuk membayarkan pajak untuk negara. Dalam hal pemungutannya ini pajak memang terbilang dipaksakan mengingat telah diatur di dalam Undang – Undang.

Pemberlakuan panjak tidak hanya di Indonesia saja melainkan beberapa negara lain juga memberlakukan sistem pajak untuk negara. Adanya pajak ini memang sangat baik untuk kepentingan bersama. Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai adanya pajak? Apakah pajak diperbolehkan? Kali ini kita akan membahas mengenai hukum pajak menurut Islam. Seperti yang kita tahu bahwa pajak bersifat memaksa dan membebani rakyat mungkinkan pajak termasuk haram? Simak penjelasannya hingga selesai. Temukan juga penjelasan lebih lanjut melalui situs seruni.

Penerapan Sistem Pajak di Pemerintahan

Pajak merupakan kontribusi wajib untuk negara yang dibebankan kepada pribadi maupun badan yang memiliki sifat memaksa. Pajak telah diatur di dalam Undang – Undang sehingga harua ditaati oleh seluruh rakyat yang mendiami negara tersebut. Walaupun seluruh rakyat telah membayarkan uang pajak namun tidak ada imbalan secara langsung yang diberikan. Uang pajak yang dikumpulkan tersebut nantinya akan dikembalikan kepada rakyat dengan bentuk kesejahteraan.

Jenis pajak yang bisa kita temui cukup beragam. Namun tidak semua orang memiliki jenis tanggungan pajak yang sama. Pajak yang ditanggungkan kepada setiap pribadi disesuaikan dengan kebutuhannya. Seseorang yang terbebani pajak tentu sudah melalui syarat objektif dan juga subjektif. Biasanya pajak dibebankan kepada orang yang telah memiliki penghasilan.

Walaupun anda telah memiliki penghasilan belum tentu anda mendapatkan pajak. Hal ini dikaranakan pajak yang dipungut berdasarkan penghasilan memiliki batas minimal dimana seseorang memiliki pendapatan di atas Rp 4,5 juta setiap bulannya. Jika anda termasuk orang dengan gaji di atas Rp 4,5 juta sebulan anda akan terkena pajak. Itulah pajak yang diambil dari segi penghasilan anda, sehingga tidak semua orang dipungut pajak berdasarkan penghasilan. Masih ada juga pajak yang diambil dari pendapatan bisnis anda, jika anda seorang pengusaha atau wirausaha. Ada pajak yang harus anda bayarkan.

Bagi anda yang memiliki usaha cukup besar dimana mampu menghasilkan pendapatan cukup besar maka anda akan terkena pajak. Misalnya anda seorang pengusaha dimana mampu mendapatkan omzet mencapai Rp 4,8 miliar dalam satu tahun maka ada pajak yang harus dibayarkan. Biasanya tarif PPh final 0,5 % yang akan anda keluarkan untuk pajak usaha anda. Itulah contoh dari pajak yang diambil dari pribadi. Masih ada banyak bentuk pajak yang harus dibayarkan setiap pribadi yang tentunya tanggungan pajak satu orang dengan yang lainnya berbeda. Contoh pajak yang bisa anda temukan seperti pajak kendaran, pajak penjualan barang mewah, pajak bumi dan bangunan, dan beberapa pajak lainnya. Itulah beberapa pajak yang sudah di atur di dalam Undang – Undang.

Hukum Pajak Menurut Islam

Jika dilihat dalam peraturan pemerintah sudah pasti pajak menjadi salah satu hal yang terbilang wajib dilaksanakan. Membayar pajak juga menjadi salah satu bentuk kita menjadi warga negara yang baik. Walaupun bersifat memaksa namun segala hal yang telah diatur di dalam Undang – Undang wajib kita taati. Lalu bagaimanakah hukum pajak menurut Islam? Menurut Islam pajak memang merupakan kegiatan yang zalim. Mengingat seseorang telah memaksakan atas harta orang lain. Bahkan dalam Islam sangat dilarang untuk memakan harta orang lain. Pajak termasuk cara memakan harta orang lain secara batil.

Memang jika diperhatikan sistem pajak memang bersifat memaksa semua orang untuk membayarkan uang untuk negara. Tentu dalam Islam sangat tidak diperbolehkan memakan harta orang lain. Namun Islam juga menjelaskan bahwa sebagai warga negara yang baik tentu harus mengikuti aturan kepemimpinan yang ada. Sehingga menjalankan pajak menjadi hal yang harus dijalankan semua orang. Mengikuti perintah dari kepemimpinan sudah menjadi hal wajib yang harus dilakukan termasuk mengikuti aturan yang sudah ditentukan.

Kesimpulannya adalah hukum pajak di dalam Islam adalah diperbolehkan. Menjadi seorang warga negara membuat kita harus mengikuti aturan dari kepemimpinan. Seorang muslim tetap harus mengikuti kepemimpinannya selama pimpinannya yang muslim dimana perintahnya bukan merupakan kemaksiatan. Itulah hukum pajak menurut Islam. Walaupun semua hal telah di atut di dalam Undang – Undang namun semua peraturan tersebut telah dilaksanakan sesuai aturan agama. Itulah yang menjadi alasan bahwa sistem pajak hingga saat ini masih berlaku di Indonesia.

Kisah Nabi Hud, Nabi yang Berusaha Menyadarkan Kaumnya dari Kesesatan Berhala

Sebagai muslim yang taat, kita wajib untuk mengimani kisah-kisah para Nabi dan kaumnya yang diceritakan di dalam Al-Qur’an sebagai pemberi peringatan. Salah satu Nabi yang wajib kita ketahui adalah Nabi Hud AS. Kisahnya pun tidak kalah menarik dibanding kisah-kisah Nabi lainnya yang lebih terkenal. Yuk, langsung saja simak kisah Nabi Hud AS dalam perjuangannya berdakwah mengajak kaumnya kembali ke jalan Allah SWT.

Siapa Itu Nabi Hud AS?

Di dalam Al-Qur’an, nama Nabi Hud AS setidaknya disebutkan sebanyak 7 kali dan namanya diabadikan dalam sebuah surat dengan nama QS Hud. Salah satu Nabi dan juga Rasul yang Allah utus untuk meluruskan keimanan Suku ‘Ad di jazirah Arab ini bernama Hud Bin Abdullah Bin Rabah Bin Khulud Bin ‘Ad Bin Ush Bin Iram Bin Sam Bin Nuh AS. Dilihat dari silsilahnya, maka sudah jelas bahwa Nabi Hud adalah keturunan dari Nabi Nuh AS.

Diperkirakan, Nabi Hud AS hidup antara tahun 2450 sampai 2320 SM di daerah Al Ahqaaf (berbukit dan berpasir) yang ada di Yaman. Beliau kemudian diangkat menjadi Nabi pada tahun 2400 SM. Lahir di Hadramaut, Nabi yang merupakan keturunan dari putra Nabi Nuh bernama Sam ini wafat pada usia 472 tahun dan dimakamkan juga di Hadramaut.

Kaum Nabi Hud merupakan sebuah kaum suku tertua sesudah Nabi Nuh. Berdasar asal muasalnya, kaum ini adalah keturunan mereka yang selamat bersama Nabi Nuh AS setelah musibah air bah yang melenyapkan seluruh kaum kafir di muka Bumi. Anak-anak Nabi Nuh yang selamat ini bernama Ham, Sem, dan Yafet, sedangkan Kan’an tidak selamat karena tidak beriman.

Mereka yang selamat ini berpencar dan melahirkan anak cucu untuk menjadi suku, kaum, dan bangsa-bangsa yang mana berkembang melahirkan banyak tradisi yang berbeda-beda. Keturunan Ham dikatakan menjadi cikal bakal Suku Qibti di Mesir dan beberapa suku di Afrika. Adapun keturunan Yafet melahirkan orang-orang Shaqabilah dan Turki, sedangkan keturunan Sem melahirkan orang-orang Persia, Romawi, dan Arab.

Nah, salah satu keturunan Sem Bin Nuh inilah yang kemudian memiliki keturunan lagi bernama Iram yang mana dikenal dengan bangunan-bangunan mereka yang tinggi dan tidak pernah ada di negeri lainnya. Hal ini disebutkan dalam QS Al-Fajr ayat 7 dan 8. Iram kemudian menjadi asal muasal dari Suku ‘Ad yang mana terbagi menjadi dua suku lagi, yakni Kaum ‘Ad Nabi Hud AS dan Kaum Tasmud Nabi Sholeh AS.

Disebutkan, perawakan Kaum ‘Ad sanagat tinggi, besar, dan kuat serta terberkahi dengan kecerdasan. Dibarengi dengan kekayaan alam yang melimpah di tempat tinggal mereka, Kaum ‘Ad mengukir bebatuan untuk tempat tinggal mereka. Sayangnya dari semua suku di jazirah Arab, Kaum ‘Ad adalah kaum yang pertama menyekutukan Allah sesudah kejadian air bah.

Mereka yang mendiami daerah diantara Yaman dan Oman serta di sebelah utara dari Hadramaut ini membuat 3 buah berhala bernama Shamad, Huran, dan Shamud dan menyembahnya. Mereka meminta kebahagiaan, kebaikan, dan keuntungan serta perlindungan dari kemalangan kepada berhala tersebut. Hal ini disebutkan dalam QS Al-Ahqaaf ayat 21.

Sesuai perintah Allah, Nabi Hud menyeru kepada mereka untuk segera bertobat. Sayangnya menurut Ibnu Katsir dalam Tafsierul Quranil Adziem, Kaum ‘Ad yang memiliki bangunan tinggi dan istana megah dengan benteng sulit ditembus ini tetap tidak mau beriman. Mereka tetap durhaka dan melakukan hal-hal jahat lainnya.

Kisah Perjuangan Dakwah Nabi Huds dan Mukjizat yang Dimiliki

Meski sudah bertahun-tahun Nabi Hud AS menyerukan dakwah, namun kisah nabi menyadarkan Kaum ‘Ad masih sama. Alih-alih bertobat, mereka justru semakin takabur akan nikmat Allah. Hanya ada segelintir orang saja yang bertobat dan menjadi pengikut Nabi Hud AS. Bahkan, usaha Nabi Hud yang mengajak mereka bertobat malah mendapat ancaman berupa musibah dan celaka.

Suatu ketika, terjadi kemarau panjang yang menyebabkan semuanya menjadi gersang dan serba kekeringan. Kaum ‘Ad pun mengutus rombongan agar berdoa meminta hujan di tanah Haram yang dipimpin oleh Qil Bin Anzah. Di tengah perjalanan, Qil melihat 3 gumpalan awan yang warnanya merah, putih, dan hitam dan sebuah suara memerintahkannya untuk memilih.

Qil pun dengan segera memilih awan berwarna hitam. Ia pikir awan itu adalah awan yang mengandung banyak air dan mampu mendatangkan hujan agar tanaman-tanaman mereka tersirami dan hewan-hewan ternak mereka mendapat minum. Kaum ‘Ad pun juga senang dengan awan hitam tersebut. Nabi Hud pun memperingatkan kepada kaumnya bahwa awan tersebut adalah azab dari Allah SWT.

Namun Kaum ‘Ad mengabaikan peringatan nabi mereka. Akhirnya, awan itu benar mendatangkan azab berupa angin kencang yang dingin dan tidak membawa setetes air hujan pun selama 7 hari 7 malam. Angin itu menerbangkan hewan ternak, meratakan gunung dengan tanah, dan menewaskan Kaum ‘Ad layaknya pohon-pohon yang tumbang. Tentu, hanya Nabi Hud AS dan pengikut sejatinya saja yang dapat selamat dari azab pedih ini. Semua kisah ini tertuang dalam QS Al-Ahqaf ayat 24 dan 25, QS Al-Haqqah ayat 6 dan 7, dan juga QS Al-A’raaf ayat 72.

Demikian kisah Nabi Hud. Semoga bermanfaat.