Cara Menghilangkan Kerutan di Bibir Supaya Makin Menarik 

 

Kerutan-kerutan yang ada di bibir seringkali dianggap mengganggu penampilan, khususnya bagi wanita. Maka dari itu, banyak di antaranya yang ingin menghilangkan kerutan tersebut supaya penampilan makin menarik. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya. Apa saja cara tersebut? Supaya lebih lengkap, simak uraian di bawah ini.

Penyebab Kerutan di Bibir

Pada umumnya penyebab munculnya kerutan di bibir adalah bertambahnya umur sehingga keriput akan muncul. Keriput tersebut biasanya akan muncul pada area dahi, mulut dan juga di bawah mata. Adapun penyebab lainnya munculnya kerutan di bibir, yaitu:

  • Jenis kelamin
  • Faktor genetik
  • Penurunan berat badan
  • Kebiasaan merokok
  • Paparan sinar matahari
  • Banyak bergerak

3 Cara Menghilangkan Kerutan di Bibir

  1. Memperlakukan Bibir dengan Lembut

Ketika membersihkan bibir, jangan menggosok-nya dengan keras. Disarankan untuk menggunakan pembersih yang lembut. Anda bisa menggunakan sikat gigi yang bersih untuk menyikat bibir dengan lembut.

  1. Melembapkan Bibir Setelah Dibersihkan

Cara selanjutnya adalah melembapkan bibir setelah dibersihkan. Anda bisa melembapkannya menggunakan krim khusus. Gunakan krim tersebut setiap hari sebelum tidur. Hasilnya, bibir akan terasa lebih lembap sepanjang hari.

  1. Menggunakan Lip Balm dengan SPF

Salah satu penyebab dari kerutan di bibir adalah paparan sinar matahari. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan sinar UV yang berbahaya dan menyebabkan kerutan di bibir. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan menggunakan lip balm yang mengandung SPF.

 

Manfaat Daun Sukun Kering

 

Manfaat daun sukun sangat besar bagi kesehatan. Baik itu daun sukun yang masih muda maupun yang sudah kering. Keduanya sama-sama bisa dipakai untuk mengobati berbagai macam penyakit. Mulai dari penyakit ringan sampai berat.

Untuk daun sukun kering sendiri didalamnya mengandung banyak senyawa yang berguna bagi tubuh. Diantara manfaat yang kita peroleh dari daun sukun kering adalah :

Menurunkan resiko penyakit jantung

Banyak faktor yang menyebabkan penyakit jantung ini, diantaranya adalah komplikasi hipertensi, diabetes, ataupun gagal ginjal. Penyakit jantung juga bisa disebabkan karena metabolisme yang kurang baik.

Sudah sejak dulu orang di Jamaika minum teh daun sukun untuk mengobati penyakit jantung. Karena didalam daun sukun terkandung zat riboflavin, sitosterol dan flavonoid yang dapat menjaga kesehatan jantung dari masalah pada sistem kardiovaskuler.

Menghilangkan alergi

Kegunaan dari daun sukun yang lain adalah menghilangkan alergi. Caranya dengan minum 1 cangkir teh daun sukun setiap hari dipercaya dapat mengurangi timbulnya reaksi alergi.

Pengobatan pembesaran Limpa

Daun sukun yang sudah dikeringkan yang umumnya dibuat menjadi minuman teh, memiliki antioksidan yang cukup tinggi. Teh daun sukun berkhasiat untuk detoksifikasi serta membuang racun yang ada pada tubuh, hal ini dapat meringankan kerja limpa. Caranya adalah dengan minum 1 cangkir teh daun sukun per hari.

Pengobatan Kandidiasis Vagina

Kandidiasis vagina ini sering dialami oleh wanita obesitas, diabetes serta wanita yang mempunyai kekebalan tubuh rendah. Kondisi infeksi vagina karena ragi candida sp ini,dapat dihilangkan dengan meminum teh daun sukun sebanyak 1 gelas perhari serta menggunakan teh yang dipakai untuk sabun vagina 2-3 kali sehari.

Redakan asam urat

Manfaat daun sukun kering lainnya adalah dapat membantu pasien asam urat mengurangi gejalanya. Daun sukun juga bersifat anti inflamasi yang mengurangi peradangan pada daerah sendi.  Sebaiknya pada saat mengkonsumsi teh daun sukun, hindari makanan yang mengandung purin. Karena akan menimbulkan tingginya asam urat.

Itulah beberapa manfaat dari daun sukun kering. Semoga infonya dapat bermanfaat untuk kita semua.

 

Sudah Tahu Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam? Yuk Cek di Sini

Kecantikan menjadi salah satu hal yang diutamakan bagi wanita masa kini. Namun, munculnya beberapa masalah kulit seringkali menyebabkan seseorang kurang percaya diri. Salah satu masalah kulit yang sering dialami adalah timbulnya bekas jerawat yang menghitam. Kondisi ini menyebabkan seseorang mencari tahu bagaimana cara menghilangkan bekas jerawat hitam secara efektif. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan noda hitam akibat jerawat.

Cara Mengatasi Noda Hitam Bekas Jerawat Secara Alami

Pixabay.com

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat yang menghitam yaitu, dengan menggunakan bahan bahan alami. Cara ini tergolong aman dan murah, dan bahannya juga sangat mudah ditemukan. Namun cara ini membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama, agar bekas jerawat menghilang. Beberapa bahan dapur seringkali digunakan untuk menghilangkan noda jerawat, yaitu, minyak kelapa, lemon, madu dan kentang.

Lemon bisa digunakan sebagai bahan alami untuk menghilangkan noda jerawat. Kandungan alami yang ada di dalamnya dapat memutihkan kulit sehingga memudarkan flek hitam yang ada di wajah. Selain itu, kandungan alami ini juga dapat melakukan regenerasi pada kulit sehingga menghilangkan sel sel kulit mati yang gelap, dan menggantinya dengan sel sel kulit yang baru.

Cara menggunakan lemon untuk atasi bekas jerawat, dilakukan dengan mengoleskan perasan lemon pada kulit yang terdapat bekas jerawat. Anda bisa menggunakan jari atau cotton bud. Selanjutnya, diamkan hingga 10 menit agar hasilnya lebih efektif. Setelah itu, bilas dengan menggunakan air bersih dan keringkan dengan menggunakan handuk. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan cara menghilangkan bekas jerawat hitam ini sehari sekali.

Selain lemon, anda juga bisa menggunakan lidah buaya untuk menghilangkan noda jerawat di wajah. Kandungan anti bakteri yang ada di dalamnya dipercaya dapat mengatasi peradangan pada kulit. Ambil daun lidah buaya dan bersihkan, kemudian oleskan gel lidah buaya pada bekas jerawat hitam. Selanjutnya diamkan sampai 30 menit, lalu bilas dengan menggunakan air bersih. Anda bisa melakukannya sebanyak dua hingga tiga kali setiap hari.

Kentang juga dipercaya dapat menghilangkan noda jerawat yang menghitam. Bahkan beberapa orang juga sering menggunakannya, sebagai masker untuk mencerahkan kulit wajah. Cara menggunakan bahan alami ini, yaitu parut kentang satu biji kemudian saring untuk mendapatkan sarinya. Selanjutnya, oleskan pada wajah yang terdapat bekas jerawat. Setelah itu, diamkan hingga 20 menit, dan bilas wajah dengan menggunakan air bersih.

Anda juga bisa menggunakan madu sebagai alternatif yang lain. Madu dipercaya memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Salah satunya yaitu menghilangkan bekas jerawat yang ada di wajah. Madu digunakan sebagai cara menghilangkan bekas jerawat hitam dengan mengoleskan pada bekas jerawat, lalu tutupi dengan menggunakan kasa. Selanjutnya diamkan hingga semalam, lalu bilas dengan menggunakan air hangat. Lakukan secara rutin setiap hendak tidur.

Jika anda memiliki minyak kelapa, maka anda bisa memanfaatkannya sebagai obat untuk menghilangkan bekas jerawat. Minyak kelapa mengandung vitamin E dan asam lemak yang dapat menghilangkan flek hitam di wajah. Lakukan dengan mengoleskan minyak kelapa pada bagian kulit yang ada bekas jerawat. Selanjutnya pijat selama 10 menit dan diamkan hingga 1 jam. Kemudian, bilas dengan menggunakan air hangat. Lakukan seminggu sekali untuk agar lebih efektif.

Cara Mengatasi Noda Hitam Bekas Jerawat dengan Produk Perawatan Kulit

Pixabay.com

Selain menggunakan cara alami, anda juga bisa melakukan cara menghilangkan bekas jerawat hitam secara cepat, dengan menggunakan produk perawatan kulit. Namun, untuk pastikan memilih produk perawatan yang tepat. Pasalnya, saat ini banyak krim menghilangkan bekas jerawat yang justru dapat merusak kulit, karena mengandung bahan yang berbahaya. Sebaiknya, pilihlah produk yangs udah teruji secara klinis dan terdaftar di BPOM RI, untuk memastikan keamanannya.

Namun, beberapa orang terkadang kurang yakin dalam pemakaian produk untuk mengatasi bekas jerawat karena harus detox terlebih dahulu, untuk mendapatkan kulit yang halus. Tentunya kondisi ini bisa menyakiti kulit anda. Agar lebih aman, anda bisa memilih produk tanpa detox seperti cream Bebwhite C skincare glow. Selain digunakan untuk mengatasi bekas jerawat, produk ini juga memiliki banyak sekali manfaat bagi kulit wajah.

Produk skincare ini dapat menghilangkan flek tebal menahun, mengatasi kulit kusam dan pori pori besar hingga mencegah terjadinya penuaan dini. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebelum melakukan cara menghilangkan bekas jerawat hitam, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu. Pasalnya, jerawat yang belum hilang sempurna juga harus diobati terlebih dahulu, sebelum anda menghilangkan bekas jerawat pada area lain di wajah.

Terlalu sering melakukan aktivitas di luar rumah juga bisa menyebabkan bekas jerawat yang hitam semakin terlihat. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30. Selain dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari, tabir surya juga dapat mencegah kerusakan kulit yang semakin parah. Sebaiknya, gunakan tabir surya setiap kali anda harus beraktivitas di bawah sinar matahari secara langsung.

Selain itu, pilihlah produk yang mengandung asam laktat. Produk dengan kandungan asam laktat dipercaya dapat mengurangi hiperpigmentasi akibat jerawat. Kandungan  ini dipercaya dapat mengangkat sel sel kulit mati, dan mempercepat pertumbuhan sel sel yang baru. Selain itu, produk dengan kandungan asam laktat juga dapat membatasi perubahan warna hitam akibat jerawat. Namun, sebaiknya coba pada area yang tersembunyi terlebih dahulu, sebelum menggunakannya.

Produk yang kaya akan vitamin C juga sangat efektif sebagai cara menghilangkan bekas jerawat hitam.  Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel kulit, akibat radikal bebas. Menggunakan produk yang mengandung vitamin C , bisa mengantisipasi pigmentasi yang menyebabkan bercak hitam. Namun, produk skincare ini biasanya memiliki harga yang relatif mahal, karena proses pembuatannya yang cukup sulit.

Cara mengatasi bekas jerawat hitam dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami seperti kentang, lemon, madu, dan lidah buaya. Cara melakukannya cukup mudah, yaitu dengan mengaplikasikan pada area wajah yang terdapat jerawat. Namun, pengobatan dengan bahan alami membutuhkan waktu yang lebih lama. Anda juga bisa mengatasi bekas jerawat tersebut, dengan memakai produk skincare yang terbuat dari bahan berkualitas dan kaya vitamin C.

Yuk Simak Penyebab dari Munculnya Jerawat di Telinga Disini

Rasa sakit dan nyeri adalah salah satu dampak yang akan muncul jika masalah jerawat tidak segera diatasi. Tak hanya jerawat pada bagian wajah saja, jerawat di telinga juga dapat memberikan dampak tersebut. Terlebih jika jerawat yang terdpaat di indra pendengaran tersebut memiliki ukuran yang besar. Kemudian apa penyebab dari munculnya jerawat pada bagian telinga? Mari simak ulasannya secara lebih lengkap disini.

Penyebab Munculnya Jerawat pada Bagian Telinga

  1. Ketidakseimbangan Hormon

Salah satu faktor penyebab yang bisa memicu munculnya jerawat pada bagian telinga adalah adanya ketidakseimbangan hormon pada seseorang. Hal tersebut biasa terjadi pada dua jenis orang, yaitu seseorang di masa pubertas dan juga di waktu menjelang menstruasi. Tentu saja bagi sebagian besar orang, keberadaan jerawat pada bagian telinga itu akan dinilai cukup mengganggu.

Tidak hanya jerawat saja, hormon yang tidak seimbang juga dapat memicu hal lainnya. Untuk menghilangkan jerawat jenis tersebut juga dapat dilakukan dengan beberapa cara. Mulai dari menggunakan produk perawatan kulit yang digunakan dari luar hingga produk obat yang diminum secara langsung. Dengan upaya yang ada diharapkan akan membuat jerawat di telinga akan lekas menghilang.

  1. Terjadinya Reaksi Peradangan

Banyaknya produk kecantikan yang tersedia di pasaran tentu saja harus membuat seseorang jeli sebelum membelinya. Terlebih dalam masalah kandungan yang terdapat di dalam produk tersebut. Kandungan yang berbahaya dan dilarang tentu saja akan memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan tubuh seseorang. Terlebih jika menggunakan produk yang sama dalam kurun waktu yang lama.

Seperti misalnya adalah produk kecantikan atau rambut yang digunakan. Biasanya kandungan pada jenis produk tersebut akan menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap orang. Tata cara penggunaan yang tepat harus dilakukan untuk mencegah reaksi berupa peradangan. Jika peradangan tersebut telah berlangsung dikhawatirkan akan masalah lain berupa jerawat di telinga.

  1. Terjadinya Infeksi Bakteri

Hal lain yang juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat pada bagian indra pendengaran tersebut adalah infeksi bakteri. Terjadinya sebuah infeksi akibat bakteri tentu saja merupakan sebuah hal yang tidak dapat dianggap remeh dan sepele belaka. Hal tersebut dapat menyebabkan dampak atau masalah lainnya setelah terjadinya infeksi karena bakteri bakteri tersebut.

Seperti misalnya adalah akan menimbulkan masalah berupa jerawat pada bagian telinga yang akan mengganggu seseorang. Terjadiya infeksi bakteri tersebut juga dapat disebabkan karena beberapa hal. Misalnya adalah kegiatan tindik yang tidak dilakukan dengan semestinya sehinnga menyebabkan sebuah infeksi. Dari kejadian ini tentu saja diharapkan mampu membaut lebih bijak dalam melakukan sesuatu pada bagian telinga.

  1. Kebiasaan Menggaruk Telinga

Jerawat di telinga juga dapat disebabkan karena sebuah kebiasaan yang terlihat sepele di mata seseorang. Seperti misalnya adalah kebiasaan menggaruk telinga. Namun hal yang harus disoroti akan hal tersebut adalah kebiasaan menggaruk telinga dengan keadaan tangan yang tidak bersih. Hal ini tentu saja akan menyebabkan telinga ikut terkena kotoran atau bakteri yang terdapat di jari atau telapak tangan.

Hal ini tentu saja harus dihindari dengan berbagi cara. Agar lebih terjaga dengan baik, Anda dapat membiasakan diri untuk mencuci tangan memakai sabun. Dengan keadaan tangan yang bersih diharapkan mampu mengurangi terjadinya perpindahan bakteri pada bagian telinga. Jerawat pada bagian tersebut juga memerlukan penanganan yang khusus bagi tiap orang. Misalnya adalah penanganan yang berbeda bagi mereka yang tengah hamil.

  1. Kurang Menjaga Kebersihan

Hal lainnya yang juga masih berkaitan dengan kebersihan akan ikut memberikan dampak kepada jerawat di telinga yang melanda. Hal ini berkaitan dengan kebersihan pernagkat yang biasa digunakan pada bagian telinga. Misalnya adalaha penggunaan earphone yang tidak pernah dibersihkan sehingga menjadi sumber kuman di dalamnya. Kebersihan perangkat lain seperti headset juga harus turut diperhatikan.

Perangkat jenis tersbeut juga sebaiknya digunakan secara pribadi jika memungkinkan. Karena jika menggunakan perangkat seperti earphone bersama dengan orang lain dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya dampak yang buruk. Mulai dari terjadinya perpindahan bakteri yang memicu munculnya infeksi dan mneyebabkan jerawat pada bagian telinga. Tentu saja hal ini harus dihindari dengan upayak yang dilakukan sedini mungkin.

  1. Penggunaan Air yang Tidak Bersih

Penggunaan air yang tidak bersih dan terkontaminasi juga dapat memicu jerawat di telinga. Air yang memiliki kandungan jenis tertentu dikhawatirkan dapat memicu terjadinya infeksi pada bagian tubuh tertentu. Misalnya adalah pada bagian kedua daun telinga. Tempatnya yang tersembunyi juga akan membuat erawat tersebut cenderung sulit untuk diobati dari luar.

Namun dengan bantuan medis, jerawat pada bagian telinga yang telah membesar dapat diatasi dengan cara yang mudah. Tak hanya itu, penggunaan produk perawatan kulit yang unggul seperti dari Pratista diharapkan mampu menghilangkan masalah tersebut. Namun sebelumnya, Anda juga bisa berkonsultasi via online dengan melalui kontak yang tersedia pada pratistaskincare.id sebelum membeli produk yang dikehendaki untuk jerawat.

  1. Kebiasaan Mengenakan Helm atau Topi

Tak hanya perangkat atau kontaminasi dari air saja, jerawat pada bagian telinga juga dapat disebabkan karena kebiasaan yang dilakukan dalam rentang waktu lama. Misalnya adalah kebiasaan mengenakan helm atau topi selama berjam jam dan terus menerus. Penggunaan kedua benda tersebut dapat menyebabkan daun telinga tertekan dan menimbulkan dampak lain di belaknagnya.

Akibat kebiasaan tersebut dapat memicu tumbuhnya jerawat pada bagian daun telinga yang ada. Tentu saja jerawat yang muncul juga harus lekas diobati dengan obat yang terbaik. Di era modern seperti saat ini tak hanya tersedia obat untuk jerawat pada telinga saja, juga terdapat obat jerawat di punggung untuk mengatasi kasus yang hampir sama. Misalnya adalah jenis obat yang diwarkan pada laman yag tersedia ini.

Beragam hal diketahui dapat menyebabkan munculnya jerawat pada bagian telinga seseorang. Mulai dari kebiasaan menggaruk telinga dengan tangan yang kotor, hingga kebiasaan menggunakan perangkat earphone yang dilakukan secara bergantian. Jika jerawat telah muncul pun harus segera diatasi dengan langkah yang tepat. Seperti misalnya dengan menggunakan produk yang aman dan terpercaya mengatasi jerawat dari Pratista Skincare ini.

Aneka Perbedaan Jeruk Nipis dan Lemon

Bagi sebagian besar orang, terutama yang masih awam biasanya akan mengalami kesulitan dalam membedakan buah jeruk nipis dan lemon. Padahal ada banyak perbedaan di antara keduanya, mulai dari manfaat, kandungan di dalam buahnya, sampai ciri fisik buah. Lalu, apa saja perbedaan jeruk nipis dan lemon? Yuk, simak jawabannya!

Perhatikan Perbedaan Jeruk Nipis dan Lemon, Jangan Sampai Salah Menggunakan!

Buah jeruk nipis dan lemon sekilas memang terlihat sama, namun ternyata ada beberapa perbedaan mendasar di antara keduanya. Berikut perbedaan keduanya:

  1. Asal Usul Buah dan Ciri Fisik Buah

Perbedaan pertama yang dapat diidentifikasi dengan jelas adalah asal usul kedua buah. Jeruk nipis yang memiliki nama ilmiah Citrus aurantifolia termasuk ke dalam spesies jeruk yang berasal dari daratan Asia Tenggara, sementara itu, jeruk lemon atau yang dikenal dengan nama ilmiah Citrus liimon ini termasuk ke dalam spesies jeruk yang berasal dari daratan Asia Timur.

Selanjutnya perbedaan antara keduanya dapat dilihat dari ciri fisik buah atau bentuk buahnya. Jeruk nipis memiliki bentuk buah yang bulat utuh, berwarna hijau kekuningan, dan memiliki ukuran yang relatif kecil, selain itu bagian dalam dari jeruk nipis ini memiliki warna putih kehijauan.

Adapun jeruk lemon, biasanya memiliki bentuk bulat namun cenderung lonjong dan memiliki warna kuning yang mencolok. Lemon juga memiliki ujung yang lancip atau tidak rata. Selanjutnya bagian dalam buah lemon biasanya berwarna putih kekuningan. Kemudian terdapat perbedaan juga pada rasa buah.

Meskipun sama-sama asam, jeruk nipis memiliki rasa yang sangat asam, sedangkan jeruk lemon memiliki rasa asam yang cenderung mengandung rasa manis meskipun sedikit.

  1. Kandungan dalam Buah

Perbedaan selanjutnya adalah pada kandungan dan manfaat yang diberikan. Jeruk nipis memiliki kandungan berupa vitamin B1, B2, B3, dan B5, serta karbohidrat, lemak, serat, asam folat, protein, fosfor, dan masih banyak lagi. Adapun kandungan yang terdapat dalam jeruk lemon yaitu asam askorbat, asam sitrun, lisin, lemon kampfer, vitamin C dan vitamin B1, serta zat besi, belerang, mineral, dan juga kalsium.

  1. Manfaat yang Dikandung Buah

Perbedaan mendasar dari manfaat kedua buah ini yaitu, buah jeruk nipis biasanya lebih sering digunakan sebagai bumbu masakan atau campuran masakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan-ikanan, sedangkan jeruk lemon lebih banyak dipakai sebagai bahan baku dari pebuatan minuman sitrun atau minuman yang lain.

Nah, itulah beberapa perbedaan jeruk nipis dan lemon. Jangan sampai salah sebut dan salah menggunakannya ya! Meski sekilas terlihat sama, namun keduanya jelas memiliki banyak perbedaan.

Materi Tentang Anatomi dan Fisiologi Pankreas

Pankreas adalah salah satu organ pencernaan yang tugasnya menghasilkan hormon dan enzim untuk menunjang sistem pencernaan. Pankreas itu sendiri sering diidentifikasi sebagai organ kelenjar yang memiliki dua fungsi khusus yaitu eksokrin dan endokrin. Bahkan organ pencernaan yang satu ini sudah dikenal manusia sejak masa Yunani di tahun 335-280 M.

Anatomi dan Fisiologi Pada Pankreas

Untuk lebih mengenal organ pankreas, berikut ini beberapa poin tentang anatomi dan fisiologi pada pankreas, antara lain:

  • Posisi pankreas berada di kuadran kiri atas perut atau abdomen
  • Bagian kepalanya atau kaput menempel pada duodenum
  • Bagian badannya sebagai bagian utama berada di belakang lambung di depan vertebra pertama
  • Bagian ekornya menyentuh limpa dan bentuknya runcing berada di sebelah kiri
  • Bentuknya menyerupai ikan, panjang sekitar 15 cm dan lebar sekitar 3,8
  • Memiliki jutaan cluster sel yang disebut pulau Langerhans dengan 4 jenis sel yaitu sel alfa, beta, delta dan PP

Berbagai macam sel yang ada di pankreas memiliki fungsi masing-masing untuk melakukan sekresi hormon. Itulah anatomi dan fisiologi dari organ pankreas. Semoga bermanfaat.